Pendidikan berkualitas

Menyediakan akses pendidikan yang merata, berkualitas dan inklusif untuk semua

Tabel Data Indikator

Rumus Kode Jenis Data 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
4.A.1.1 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) SD/Sederajat - (%) - (%) - (%) - (%) 99 (%) 99 (%) 99.14 (%) 98.84 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.A.1.2 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/Sederajat - (%) - (%) - (%) - (%) 84 (%) 81 (%) 99.79 (%) 97.79 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.A.2.1 Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/Sederajat - (%) - (%) 104.76 (%) 111.05 (%) 104.72 (%) 34.44 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.A.2.2 Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/Sederajat - (%) - (%) 96.37 (%) 103.86 (%) 96.05 (%) 100.80 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.B.1 Persentase angka melek aksara penduduk umur diatas 15 tahun. - (%) - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 98.90 (%) 99.01 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.C.1.1 Jumlah sekolah yang menyediakan akses listrik per total sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK/setara - (%) - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.C.1.2 Jumlah sekolah yang menyediakan akses internet untuk tujuan pengajaran per total sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK/setara - (%) - (%) - (%) - (%) 55 (%) 77 (%) 77 (%) 93.01 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.C.1.3 Jumlah sekolah yang menyediakan akses komputer untuk tujuan pengajaran per total sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK/setara - (%) - (%) - (%) - (%) 55 (%) 77 (%) 77 (%) 83.92 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.C.1.4 Jumlah sekolah yang menyediakan fasilitas sanitasi per total sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK/setara - (%) - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.C.1.5 Jumlah sekolah yang menyediakan fasilitas cuci tangan (terdiri dari air, sanitasi dan higenis bagi semua ) / WASH per total sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK/setara - (%) - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.D.1.1 Jumlah guru SD yang terkualifikasi per jumlah guru SD yang mengajar - (%) - (%) 90.41 (%) - (%) 97 (%) 37.5 (%) 92.56 (%) 94.05 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.D.1.2 Jumlah guru SMP yang terkualifikasi per jumlah guru SMP yang mengajar - (%) - (%) 95.14 (%) - (%) 98.1 (%) 38.3 (%) 94.73 (%) 95.43 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.1.1.(g) Rata-rata lama sekolah penduduk umur ≥15 tahun - (%) - (%) 10.93 (%) 10.95 (%) 10.96 (%) 10.97 (%) 10.99 (%) 11,11 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.1.1.(a) Persentase SD/MI berakreditasi minimal B - (%) - (%) - (%) 60.00 (%) - (%) 78.45 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.1.1.(b) Persentase SMP/MTs berakreditasi minimal B - (%) - (%) 81.0 (%) - (%) - (%) 84.83 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.D.1.3 Jumlah guru SMK/SMA/Setara yang terkualifikasi per jumlah guru SMK/SMA/Setara yang mengajar - (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7) 98.7 (98.7) 99 (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7) - (98.7)
4.A.1.2 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat SD/sederajat: kuintil terbawah/teratas - (50) - (50) - (50) - (50) 84 (50) 81 (50) 99.79 (50) 97.79 (50) - (50) - (50) - (50) - (50) - (50)
4.5.1*.5.2 Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tingkat SMA/sederajat: perempuan/laki-laki - (50) - (50) - (50) 106 (50) - (50) - (50) 94.38 (50) 98.34 (50) - (50) - (50) - (50) - (50) - (50)
4.5.1*.5.1 Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tingkat SMP/sederajat: perempuan/laki-laki - (50) - (50) - (50) - (50) - (50) - (50) 97.52 (50) 95.69 (50) - (50) - (50) - (50) - (50) - (50)
4.4.1.(a) Proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) - (100) - (100) - (100) - (100) - (100) Proporsi remaja usia 15–24 tahun dengan keterampilan TIK 96.82 . Proporsi dewasa usia 15–59 tahun dengan keterampilan TIK 78.79 (100) 96.82 - 78.79 (100) 99.66 - 85.58 (100) - (100) - (100) - (100) - (100) - (100)
4.5.1*.1 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat SD/sederajat: perempuan/laki-laki - (%) - (%) 97–99 (%) 93 (%) - (%) - (%) 99.14 (%) 98.84 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.A.1.2 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat SD/sederajat: kuintil terbawah/teratas - (%) - (%) - (%) - (%) 84 (%) 81 (%) 99.79 (%) 97.79 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.6.1.(a) Persentase angka melek aksara penduduk umur ≥15 tahun. - (%) - (%) 99,24 (%) 99,24 (%) 98,94 (%) - (%) 98.90 (%) 99.01 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.a.1*.23.1 listrik - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.a.1*.23.2 internet untuk tujuan pengajaran - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) 77 (%) 93.01 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.a.1*.23.3 komputer untuk tujuan pengajaran - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) 77 (%) 83.92 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.a.1*.23.4 fasilitas sanitasi dasar per jenis kelamin - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.a.1*.23.5 fasilitas cuci tangan (terdiri dari air, sanitasi dan higenis bagi semua ) / WASH - (%) - (%) - (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) 100 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.c.1*.1.1 SD - (%) - (%) - (%) 7 (%) - (%) - (%) 92.56 (%) 94.05 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.c.1*.1.2 SMP - (%) - (%) - (%) 4 (%) - (%) - (%) 94.73 (%) 95.43 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.4.1.(a) Proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) Proporsi remaja usia 15–24 tahun dengan keterampilan TIK 96.82 . Proporsi dewasa usia 15–59 tahun dengan keterampilan TIK 78.79 (%) 96.82 - 78.79 (%) 99.66 - 85.58 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
4.1.1.(a) Proporsi anak-anak dan remaja di: (1) kelas 5 (b) kelas 8, dan (c) usia 15 tahun yang mencapai setidaknya tingkat kemahiran minimum dalam: (i) membaca, (ii) matematika. - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) 60.00 (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) 78.45 (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.) - (Pencapaian Pemerataan Kualitas Pendidikan Dasar, Pemantauan Kompetensi Siswa Nasional, dan Optimalisasi Intervensi Literasi-Numerasi Dini.)
4.1.2 Tingkat penyelesaian pendidikan jenjang SD/sederajat, SMP/ sederajat, dan SMA/ sederajat. - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.) - (Pencapaian Retensi Partisipasi Belajar, Mitigasi Risiko Putus Sekolah, dan Keberlanjutan Transisi Jenjang Pendidikan Siswa.)
4.1.2.(a) Angka anak tidak sekolah jenjang PAUD, SD/sederajat, SMP/sederajat, dan SMA/sederajat. - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.) - (Pencapaian Akurasi Target Intervensi Kebijakan, Reintegrasi Anak Tidak Bersekolah, dan Penguatan Inklusi Pendidikan.)
4.2.1 Proporsi anak usia 24-59 bulan yang berkembang dengan baik dalam bidang kesehatan, pembelajaran, dan psikososial, menurut jenis kelamin. - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.) - (Pencapaian Investasi Tumbuh Kembang Anak Dini, Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.)
4.2.2 Tingkat partisipasi dalam pembelajaran yang teroganisir (satu tahun sebelum usia sekolah dasar), menurut jenis kelamin. - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Anak Usia Dini, Penguatan Kesiapan Bersekolah, dan Optimalisasi Stimulasi Belajar Pra-SD.)
4.3.1 Tingkat partisipasi remaja dan dewasa dalam pendidikan dan pelatihan formal dan non formal dalam 12 bulan terakhir, menurut jenis kelamin. - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.) - (Pencapaian Aksesibilitas Pendidikan Sepanjang Hayat, Penguatan Kompetensi Penduduk Produktif, dan Inklusivitas Pembelajaran Lintas Usia.)
4.3.1.(a) Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT). - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.) - (Pencapaian Optimalisasi Kapasitas Daya Tampung Sistem Pendidikan, Pengukuran Daya Serap Penduduk Usia Sekolah, dan Pemetaan Partisipasi Lintas Usia.)
4.4.1.(a) Proporsi remaja (usia 15-24 tahun) dan dewasa (usia 15-59 tahun) dengan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) Proporsi remaja usia 15–24 tahun dengan keterampilan TIK 96.82 . Proporsi dewasa usia 15–59 tahun dengan keterampilan TIK 78.79 (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) 96.82 - 78.79 (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) 99.66 - 85.58 (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.) - (Pencapaian Kemahiran Keterampilan TIK, Pengurangan Kesenjangan Gender Digital, dan Pengoptimalan Dampak Teknologi Informasi.)
4.5.1 Rasio Angka Partisipasi Murni (APM) pada tingkat SD/sederajat, dan (ii) Rasio Angka Partisipasi Kasar (APK) pada tingkat - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.) - (Pencapaian Kesetaraan dan Keadilan Gender Pendidikan, Optimalisasi Partisipasi Penduduk, dan Penguatan Daya Serap Usia Sekolah.)
4.6.1.(a) Persentase angka melek aksara penduduk umur ≥15 tahun. - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) 99,24 (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) 99,24 (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) 98,94 (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) 98.90 (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) 99.01 (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.) - (Pencapaian Efektivitas Sistem Pendidikan Dasar, Keberhasilan Pemberantasan Buta Aksara, dan Kemajuan Pembangunan Sosial-Ekonomi.)
4.a.1 Proporsi sekolah dengan akses terhadap: (a) listrik (b) internet untuk tujuan pengajaran, (c) kompute - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.) - (Pencapaian Standardisasi Fasilitas Layanan Dasar Sekolah, Pemenuhan Lingkungan Belajar yang Aman, dan Mewujudkan Pembelajaran Inklusif yang Efektif.)
4.a.1.(a) Persentase siswa yang mengalami perundungan dalam 12 bulan terakhir. - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.) - (Pencapaian Keamanan Lingkungan Belajar Fisik dan Mental, Pelindungan Tumbuh Kembang Anak Jangka Panjang, dan Optimalisasi Prasyarat Kualitas Prestasi Belajar.)
4.b.1 Jumlah bantuan resmi Pemerintah Indonesia kepada mahasiswa asing penerima beasiswa kemitraan negara berkembang. Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang. - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.) - (Pencapaian Internasionalisasi Pendidikan Tinggi, Penguatan Kerja Sama dan Diplomasi Internasional, serta Promosi Bahasa, Seni, dan Budaya Indonesia ke Ranah Global.)
4.c.1 Persentase guru yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional menurut jenjang pendidikan - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.) - (Pencapaian Standardisasi Penjaminan Kualitas Tenaga Pendidik, Efektivitas Tata Kelola Peningkatan Mutu Guru, dan Penguatan Sistem Pemantauan Kebijakan Pendidikan Pusat-Daerah.)