Konsumsi dan produksi yang berkelanjutan

Mendorong konsumsi dan produksi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap lingkungan

Tabel Data Indikator

Rumus Kode Jenis Data 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
12.B.2 Proporsi Limbah Sampah Yang Ditangani / Diolah Berdasarkan Jenis Penanganannya / Pengolahannya. - (%) - (%) - (%) - (%) 98.04 (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
12.8.1.(a) Jumlah fasilitas publik yang menerapkan Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) dan teregister. - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
12.A.1 Kebijakan green procurement - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada)
12.A.2 Person in charge dari kebijakan green procurement - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada)
12.A.3 Proporsi anggaran pengadaan untuk green procurement (rata-rata seluruh kantor dinas/ APBD) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) tidak ada (Tidak ada) 0 (Tidak ada) 0 (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada) - (Tidak ada)
12.B.1 Proporsi limbah B3 yang ditangani / diolah berdasarkan jenis penanganannya / pengolahannya. - (NA) - (NA) - (NA) - (NA) NA (NA) - (NA) - (NA) - (NA) - (NA) - (NA) - (NA) - (NA) - (NA)
12.B.2 Proporsi Limbah Sampah Yang Ditangani / Diolah Berdasarkan Jenis Penanganannya / Pengolahannya. - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) 98.04 (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04) - (98.04)
12.A.4 Proporsi anggaran pengadaan untuk para pemasok lokal di tingkat UMKM - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) kurang dari 50% (kurang dari 50%) Kurang dari 50% (kurang dari 50%) 0 (kurang dari 50%) 0.0378 (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%) - (kurang dari 50%)
GRI 204-1 (12.4) Proporsi anggaran pengadaan untuk para pemasok lokal di tingkat UMKM *Kategori UMKM menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%) 0,0378% (%) - (%) - (%) - (%) - (%) - (%)
12.1.1 Rencana dan implementasi Strategi Pelaksanaan Sasaran Pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional) - (Pencapaian Pelembagaan Kebijakan Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan (SCP), Penguatan Sinergi Rencana Aksi Lintas Sektor, serta Akselerasi Implementasi Instrumen Pembangunan Berkelanjutan Nasional)
12.3.1.(a) Persentase Sisa Makanan - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.) - (Pencapaian Efisiensi Sistem Pangan Nasional, Reduksi Susut dan Sisa Pangan (Food Loss and Waste), serta Penguatan Manajemen Keberlanjutan Sumber Daya Alam Sektor Pertanian.)
12.4.1 Peran aktif dalam mengikuti kesepakatan multilateral internasional tentang bahan kimia dan limbah berbahaya - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan) - (Pencapaian Kepatuhan Terhadap Standar Manajemen Kimia Internasional, Penguatan Perlindungan Lingkungan dari Kontaminasi Bahan Berbahaya, serta Optimalisasi Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 Berkelanjutan)
12.4.1.(a) Persentase pengurangan dan penghapusan merkuri dari baseline 50 ton penggunaan merkuri. - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan) - (Pencapaian Kepatuhan Standar Internasional Pengelolaan Bahan Kimia Berbahaya, Akselerasi Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Nasional, serta Penguatan Tata Kelola Siklus Hidup Limbah B3 yang Ramah Lingkungan)
12.4.1.(b) Persentase penurunan tingkat konsumsi perusak ozon dari baseline. - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.) - (Pencapaian Kepatuhan Protokol Internasional Perlindungan Lapisan Ozon, Akselerasi Pengurangan Bahan Perusak Ozon (BPO) Nasional, serta Penguatan Manajemen Siklus Hidup Bahan Kimia Berbahaya secara Ramah Lingkungan.)
12.4.2 (a) Limbah B3 yang dihasilkan per kapita; dan (b) Proporsi limbah B3 yang ditangani/diolah berdasarkan jenis penanganannya / pengelolaannya - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.) - (Pencapaian Efektivitas Pengawasan Pengelolaan Limbah B3 Industri, Reduksi Toksisitas dan Tingkat Bahaya Limbah Sektoral, serta Penguatan Kepatuhan Industri Terhadap Standar Penanganan Limbah Berbahaya.)
12.5.1.(a) Jumlah timbulan sampah yang didaur ulang - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Optimalisasi Pemulihan Material melalui Daur Ulang, Reduksi Timbulan Sampah Nasional, serta Akselerasi Penerapan Ekonomi Sirkular dan Pola Konsumsi-Produksi Berkelanjutan.)
12.6.1 Jumlah perusahaan yang mempublikasi laporan keberlanjutannya - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan) - (Pencapaian Transparansi dan Akuntabilitas Kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) Korporasi, Penguatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Industri, serta Optimalisasi Kemitraan Strategis Multisektor dalam Pembangunan Berkelanjutan)
12.6.1.(a) Jumlah perusahaan yang menerapkan sertifikasi SNI ISO 14001. - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.) - (Pencapaian Standardisasi dan Kepatuhan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) Industri, Akselerasi Adopsi Praktik Bisnis Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola Operasional Korporasi Berbasis SNI ISO 14001.)
12.7.1 Tingkatan (degree) kebijakan pengadaan publik dan implementasi rencana aksi - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.) - (Pencapaian Implementasi Pengadaan Publik Ramah Lingkungan (Green Public Procurement), Optimalisasi Pemanfaatan Produk dan Jasa Berkelanjutan di Sektor Pemerintahan, serta Peningkatan Efisiensi Ekonomi dengan Dampak Lingkungan Minimal.)
12.7.1.(a) Jumlah produk ramah lingkungan yang teregister dan masuk dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.) - (Pencapaian Perluasan Implementasi Green Public Procurement (GPP) Multisektor, Akselerasi Adopsi Barang dan Jasa Ramah Lingkungan Nasional, serta Penguatan Sinergi Lembaga dan Masyarakat dalam Penerapan Ekonomi Berkelanjutan.)
12.7.1.(b) Jumlah Dokumen Penerapan Label Ramah Lingkungan untuk pengadaan Barang dan Jasa - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.) - (Pencapaian Peningkatan Preferensi dan Kesadaran Konsumen Terhadap Produk Ramah Lingkungan, Stimulasi Pasar Melalui Dinamika Permintaan-Penawaran Produk Hijau, serta Penguatan Transparansi Informasi Lingkungan Berbasis Ekolabel.)
12.8.1.(a) Jumlah satuan Pendidikan formal dan Lembaga/ komunitas masyarakat peduli dan berbudaya lingkungan hidup - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.) - (Pencapaian Ekspansi Institusi Pendidikan dan Komunitas Berbudaya Lingkungan, Akselerasi Internalisasi Nilai Peduli Lingkungan di Sektor Formal-Nonformal, serta Penguatan Partisipasi Publik dalam Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup.)
12.8.1.(b) Jumlah fasilitas publik yang menerapkan Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) dan teregister - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$) - (Pencapaian Optimalisasi Standar Pelayanan Masyarakat (SPM) di Fasilitas Publik, Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup Tingkat Tapak, serta Akselerasi Perubahan Perilaku Ekologis Pengelola dan Pengguna Fasilitas Umum.$)
12.a.1 Kapasitas pembangkit energi terbarukan yang terpasang (dalam watt per kapita) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.) - (Pencapaian Akselerasi Transisi Energi Terbarukan Nasional, Peningkatan Rasio Elektrifikasi Berbasis Energi Bersih, serta Optimalisasi Pemetaan Prioritas Pemenuhan Energi Domestik Berkelanjutan.)
12.b.1.(a) Jumlah lokasi penerapan sustainable tourism development - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.) - (Pencapaian Sinergi Multisektor dalam Pengelolaan Sumber Daya Berkelanjutan, Pelestarian Kultural dan Biodiversitas Destinasi, serta Harmonisasi Dimensi Sosial-Ekonomi Berbasis Daya Dukung Lingkungan.)